Senin, 23 Februari 2009

Beginilah Caranya Mengintaip Pacaran


Beginilah Cara Ngintip Pacaran
by Mardiana on Dec.18, 2008, under Es Campur
Ini bukan dikarang,tetapi ini terjadi. Ada temen deketku yang lagi iseng jalan-jalan di tepi pantai sambil memotret-motret panorama. Nah suatu saat dia liat seorang pemuda sedang tidur di dekat pinggiran bendungan. Tanpa tanda tanya, dia langsung memotret pemuda itu. Setelah itu,dia nanya
T : bang napa tidur begitu disitu?
X : Maklum lah to, inikan malam mingguan, saya gak punya jadwal kemana-mana, cewe gak punya, hallet pun gak punya, jadi saya kesinilah memandang-mandang kebawa.
T : tapi kok bisa tidur dan golek disini bang?
X : ooo, itu toh, saya mah hanya ngintip ikan-ikan pacaran. Bagaimana sih ikan itu pacaran di air? Pelukankah, marsihaolan kah, mar si umma an kah? ,,,
ahhhhhh,,jangan terlalu serius baca nya,,,gak ada yang istimewa kok di website ku ini,,,
met Malam Mingguan semuanyaaaa,,,
Tuhan Memberkati

Advent III

Selamat Advent 3
by Mardiana on Dec.14, 2008, under Renungan
Lilin ke 3 pun telah dinyalakan. Tinggal 1 minggu lagi, maka datanglah Natal. Mungkin bagi saudara-saduara sebagian merasakan itu merupakan sebuah moment yang biasa saja, tidak ada istimewa. Dan sebagian mungkin mengatakan: ah setiap tahunnya Natal itu datang, uda biasanya itu. Gak istimewa, itu sebuah rutinitas. Atau berpikir, ah,karena saya kristen sayapun merayakannya.
Tapi bagi saya, moment Natal adalah moment dimana kita untuk merenungkan kembali apa yang sudah kita lakukan bersama dengan Tuhan. Moment dimana kita kembali mengingat kebaikan dan berkat yang sudah Tuhan berikan. moment dimana kita mengingat kembali akan kegagalan dan kesuksesan yang telah kita alami dalam tahun ini. Moment dimana kita kembali mengintrospeksi diri kita ” apakah saya bersyukur atau tidak”.
Natal dalam keluargaku, sangatlah sederhana namun berhikmah. Dimana kami berkumpul , duduk bersama diatas tikar plastik. Bernyanyi dan memuji Tuhan bersama, merenungkan kembali atas apa yang sudah Tuhan Yesus berikan bagi kami sekeluarga. Saling mengampuni, saling memaafkan dan moment itu dimana Bapak menjadi pembawa dan pembaca Firman Tuhan. Yang membawa pujian adalah mamak, dan kami anak-anaknya duduk sambil memuji Tuhan.Itu bukanlah moment yang membuat kami bosan bahkan sebaliknya moment itu merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh kami. Bukan hadian natal dan kado natal yang kami harapkan tetapi kebersamaan dengan Tuhanlah yang membuat kami merindukannya. Dan moment itu juga membuat kami sangat merindukan satu dengan yang lain.
Saya tidak ingin berbasa basi disini, tapi saya ingin mengajak saudara untuk kembali merenungkan apa makna dan hikmah dari Natal itu bagi anda dan saudara sekalian.
Tuhan Yesus Memberkati Kita Semuanya. Praise the Lord, our God ” Jesus Christ. Amin

Benarkah Cinta Berakhir Dengan Penyesalan

Benarkah Cinta Berakhir Dengan Penyesalan?
by Mardiana on Dec.12, 2008, under Es Campur
Kemarin tepatnya hari selasa siang (WJ = Waktu Jerman), aku terima sms dari temenku (N.Manullang). Begini isinya: Manullang : Selamat pagi.Gimana kabarnya ibu?
Msm : Wah, pak mal. gmn kabarnya. aku baik aja . tumben sms aku. ada apa pak? gmn kabar kamu dgn istri kamu? uda dapat momongan ya? siapa namanya? tahun depan aku balik ke indo sekalian merrit. salam ama istri kamu ya.
Manullang : siapa lae itu? orang mana lae itu?
sms nya itu tidak saya balas karena pulsa tinggal 1 kali sms.Manullang : loh kok gak balas sms ku ?Msm : maaf ,soalnya aku br sembuh neh dan pulsaku tinggal 1 neh, jadi gak bisa sms banyak. mgkin besok saya isi pulsa ok.Manullang : ok deh, met isitirahat ya bu. salam ama lae itu.
Besoknya
Msm : Met pagi pak mal. gmn kbrnya?. oya tumben semalam sms aku. ada apa ya ? kamu rindu ama aku ya? rindu ama kenangan kita ya? sapa suruh kamu cepet merrit,,hahaha,,salam ama istrimu.Manullang : Kabar baik. aku teringat waktu dulu di bulan desember, au sering ke rumahmu dan juga marulak, makan dan minum di rumahmu. aku merindukan semuanya itu. oya marga apa lae itu? aku pengen jumpa ama kamu kalau kamu balik ke indonesia.Msm : Aku lum punya calon. masih di doakan. iya ya, banyak kenangan yang uda kita lalui.pengen ngulang kembali, tapi itu tidak mungkin lagi, kamu pasti tidak bisa sebebas dulu lagi. lagian kamu sih,ngapain cepet merrit.Manullang : Habis terlalu lama kamu bilang. aku mau bilang duluan,takutnya aku malu dan di tolak ama kamu. yah aku berdoa biar kamu dapat jodoh yang terbaik. I miss you.
Berakhirlah sms kami yang singkat itu. Banyak memang kenangan yang kami lalui. Dia selalu sering datang ke rumah , biasanya hari kamis dan sabtu malam sesudah pulang dari kebaktian muda-mudi. Kami memang sudah berteman sejak SMP dan sampai ke masa perkuliahan. Keakraban kami itu kami anggap hanyalah sebuah pertemanan biasa saja. Aku pernah mengungkapkan ama dia: “lebih enak berteman daripada pacaran, karena kalao pacaran agak rumit, masa pacaran bisa aja putus, lalu tidak ada lagi yang namanya hubungan karena hubungan itu terputus begitu saja. Dengan kata2 itu dia setuju dengan pendapat ku itu. Karena kami memang saat itu sedang menyukai orang lain. Saya suka dengan Hutajulu sedangkan dia dengan boru na asing.Sejak tahun 2003 hubungan kami semakin lengket aja. Tapi tanpa ada hubungan spesial. Kami sangat menikmati semua yang kami jalanin. Setiap dia datang ke rumah, dia selalu bawa makanan plus minuman kesukaan kami “bandrek susu”. nama dia tuh selalu dekat dengan keluargaku. Bukan hanya itu, nonton sepak bola bareng bapak di dapur, makan bareng, semuanya lah. Adik-adik ku selalu dekat ama dia, dan sebaliknya juga, keluarga kami sudah saling kenal. Kalaupun aku pergi bersama dia, orang rumah gak menyangsikan lagi. Orang rumah sudah percaya dengan kami. Bukan hanya di rumah, di pajak juga dia sering bantuin mamak dan aku.Nah, sejak kemarin itu (sms itu) aku jadi tahu sebenarnya kalau dia itu suka ama aku. Sampai dia mengatakan begini lagiManullang : Mar, kenapa aku gak bilang dari dulu ya? napa aku jadi takut ya? i miss you
Sebuah pengakuan yang sangat jujur dari dia. Baru kali itu dia mengatakan perasaannya. Memang kuakui, dari awal aku juga merasakan kalau dia itu suka ama aku, tapi napa gak di ungkapkan ama aku ya?. Nah waktu dia mau merrit ama istrinya ini. Dia telpon aku.
Manullang: Mar, aku punya pacar, dia mirip kali dengan kau. Aku cari yang mirip denganmu. Kau gak mau sih,makanya aku cari yang mirip dengan kau. ( candanya )
Aku gak tau itu candanya atau serius. Tapi temen ku yang juga datang ke pesta pernikahannya, dia bilang juga kalau istrinya itu hampir mirip dengan aku, tapi agak cerewet,hahaha.
Kembali ke laptoppppp,,,. Kalau dipikir-pikir memang terlalu banyak kenangan kami berdua, kenangan yang gak bisa di lupakan. Sayang sekali dia sudah merrit.
Buat temanku, sobatku dan yang sudah memasuki kehidupan ku:
Selamat Berbahagia, nikmatilah hidup ini bersama orang yang disampingmuSeorang yang sudah kamu terima sebagai teman hidupmuKasihi dan sayangilah dia, cintailah diaKelebihan dan kekurangannya merupakan bagian hidupmu juga
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaankuDoaku menyertai mu sobatkuSelamat menempuh hidup baruTuhan Yesus menyertai muI miss you, you are my best friends
3 comments for this entry:

ade December 18th, 2008 on 5:15 pm
a true story from tanah batak
kalo orang jawa bilang “tresno jalaran soko kulino” mungkin kalimat ini cocok dengan cerita ini, tanpa disadari keakraban yang terjadi ada “cinta” yang tersimpan disana tapi semuanya berakhir dengan “persahabatan”, life is flow we can’t turn back the time but life must go on in GOD love
bisa nih dijadikan sebuah cerita film/sinetron

mardiana December 19th, 2008 on 7:56 am
apa artinya tuh botou eli? “tresno jalaran soko kulino”???
ok Tuhan memberkati

ade December 19th, 2008 on 3:47 pm
cinta yang tumbuh karena terbiasa/sering ketemu, karena sering berinteraksi sperti yang dituliskan sering ngumpul dan acara2 yang sering dilakukan
GOD BLESS
thanks

Dokter = Monster

Dokter = Monster
by Mardiana on Dec.10, 2008, under Es Campur
Kata “Dokter” buat aku naik darah. Aku benci dengan dokter, entah napa, tapi aku gak suka aja dengar kata dokter. Anti Dokter. Sesuka hatinya mengoperasi orang, membedah, mengotopsi, mengatakan, sakit inilah, sakit itulah, anda terkena inilah, terkena itulah. Ihhhhh,,,bonci aku dengan dokter. bonciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,,,Mengapa saya anti Dokter? Sejak kejadian alm.Tulang Siner Situngkir, saya sudah tidak percaya dengan dokter apalagi dokter Indonesia. Tulangku sayang meninggal di meja Operasi RS.Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tulang ku ini adalah orang terpelajar dan terpandai yang pernah saya jumpai. Keteladanannya dan prinsipnya yang membuat saya kagum ama dia. Nah suatu saat Tulang saya ini mau pergi ke swiss, tapi sebulan sebelum dia berangkat ke Swiss, dia mengalami sakit kepala yang tidak kepalang. Nah saat itu dia pingsan dan di bawa ke RS untuk diperiksa. Nah setalh diperiksa, dokter mengatakan kalau tulang saya mengalami penyumbatan darah di otak sehingga harus di operasi dan dokter yang lainnya mengatakan kalau dia mengidap tumor otak. Semua tu mereka kasi tau satu per satu. Dan akhirnya semua dokter bagian dalam mengambil keputusan kalau tulang saya itu mengidap tumor otak. Dan mereka memutuskan untuk mengoperasi tulangku ini.Kami sekeluarga tidak setuju kalau tulang di operasi apalagi bagian otak. Nah , sedangkan nantulangku sih sudah berserah. Kami juga tidak bisa bicara apa-apa mengingat keadaan tulang yang semakin buruk.Nah sewaktu di operasi itu, darah sudah mengalir dengan deras keluar. Dan operasi di tutp dengan tenang semua dokter mengatakan; Maafkan kami karena almarhum sudah tiada. Dan kami juga tidak menemukan penyumbatan darah”. Bayangkan saja, dengan tenang mereka mengatakan kalau yang namanya tumor itu tidak ada di otaknya tulang, dan orang yang sudah kesakitan itu berpulang ke rumah Bapa di surga. Sejak saat itu kami sekeluarga tidak percaya dengan dokter.Banyak sudah yang membuat kami tidak percaya dengan dokter.
4 comments for this entry:

parlin December 10th, 2008 on 9:37 pm
Dokter abal-abal….

Mardiana December 11th, 2008 on 4:57 am
wkwkwkw,,,bener sekali dek parlin,,,dasar dokter sekarang hanyalah dokter abal-abal,,,

Olistra December 13th, 2008 on 1:23 pm
mmng dari dulu aku bnci dokter..yg satu vonis begini,yg lain blng gini.ntah mana yg botul.macamnya nyawa manusia itu kyk hewan aja.mati tinggal kubur.Jadi donk dokter yg benar,jng hy kejar status ‘keren’aj..dokter gadungan!

wandanu February 11th, 2009 on 12:17 am
itu namanya dokter labi labi……………….!

Advent II

Advent II
by Mardiana on Dec.07, 2008, under Renungan
Syalom semua,,,sekarang kita sudah memasuki minggu Advent ke 2. Hari ini saya membaca renungan yang tertulis dalam Mazmur 86 : 1-13.
“Sendengkanlah telingaMu,ya Tuhan,jawablah aku,sebab sengsara dan miskin aku.Peliharalah nyawaku,sebab aku orang yang Kaukasihi,selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.Engkau adalah Tuhanku,kasihanilah aku ,ya Tuhan,sebab kepadaMu lah aku berseru sepanjang hari.Buatlah jiwa hambaMu bersukacita,sebab kepadaMu lah Tuhan,ya Tuhan, kuangkat jiwaku.Sebab Engkau ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan dan perhatikanlah suara permohonanku.Pada hari kesesakanku aku berseru kepada Mu, sebab Engkau menjawab aku.Tidak ada seperti Engkau diantara para allah, ya Tuhan dan tidak ada seperti apa yang Kau buat.Segala bangsa yang Kau jadikan akan datang sujud menyembah di hadapanMu ya Tuhan dan akan memuliakan namaMu.Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau senidir saja Tuhan.Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu, bulatkanlah hatiku untuk takut akan namaMu.Aku hendak bersyukur kepadaMu ya Tuhan, Tuhanku dengan segenap hatiku dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.Sebab kasih setiaMu besar atas aku dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.”
Dari Firman itu saya mengambil kesimpulan bahwa semua yang telah kita lalui semua itu karena berkatNya. Dialah perlindunganku, penebusku dan penyelamatku.
Tuhan memberkati
No comments for this entry yet...

Pendetaku,,oh ,,,Pendetaku

Pendetaku,,Oh, Pendetaku
by Mardiana on Dec.02, 2008, under Sharing dan Konseling
Sebenarnya saya malu dan sedih menceritakan apa yang sedang terjadi didalam Gereja kami saat ini. Namun saya memasukkan nya dalam website ku ini agar kita semua saling mendoakan agar hamba Tuhan tidak ada yang Mamon atau hamba yang gila Kedudukan. Karena Kedudukan sebagai pendeta bukan untuk ajang pemanfaatan pengumpulan dana tetapi menjadi hamba Tuhan yang melayani.Ini sudah berjalan beberapa tahun ini. Pendeta kami ini awalnya datang ke Gereja sebagai pengganti Pendeta kami yang sudah dipanggil oleh Bapa di Surga. Nah saat itu belum ada yang menggantikannya maka terpilihlah Pendeta kami ini(inisial X). Pdt.X datang dari sian Huta(lupa pula aku nama kampungnya,,pokoknya asli sian huta dolok sian an). Nah kami sangat senang menyambutnya.Dengan perawakan dan karakternya yang selalu merendah dan simpatik membuat hati para jemaat sangat mengagunginya. Dia datang pada bulan September 2005 (kalau aku tidak salah ingat).
Setelah beberapa bulan (katakan saja 5 bulan setelah kedatangannya) ada beberapa sifat dan karakternya yang mulai jelek. Suka menceritakan dan memburuk-buruk kan orang lain. Bahkan kami yang juga Pemuda-Pemudi Gereja merasa janggal dengan sifat Pdt.X. Dia mulai memaki-maki dengan cakap kasar. Dan saat Sermon,Pdt.X seorang yang tidak bertanggung jawab dengan perkataannya. Terlebih lagi kepada kaum PP(Pemuda-Pemudi). Saat itu kami ingin mengadakan kunjungan Rohani(saya masih ikut disitu,aktif di kegiatan PP),nah Proposal sudah dijalankan yaitu kami mengadakan kunjungan rohani ke daerah Tarutung tepatnya ke Sipaholon. Seminggu sebelum acara keberangkatan itu, Pdt,x mencabut pernyataannya kalau kami itu tidak usah meninjau lokasi,langsung datang aja ketempatnya. Yah ,mana mungkin kami datang ke suatu tempat tanpa meminta izin dari si Tuan rumah(bener gak?) Perselisihan sudah mulai timbul diantara kami. Dan ada salah satu teman PP yang sangat merasa keberatan, sampai akhirnya susana tegang.Tapi akhirnya kami tetap mengalah. Yang kami pikirkan,ya sudahlah kita mengikuti apa kata Pdt.X karena dia tau mana yang baik(kami berpikir positif saja,walaupun kami merasa itu suatu yang sangat tidak masuk akal).
Setelah kejadian itu, terjadi lagi kejadian dengan anak-anak Sekolah Minggu. Saat anak sekolah minggu ingin mengadakan kegiatan Rohani ke Taman Rohani Sidikalang, Pdt.X juga melakukan hal yang sama, dengan menarik semua proposal anak-anak sekolah minggu dan Pdt.X mengkoordinasi semuanya(memilih bus dengan harga yang sangat murah tapi kita tidak tahu bagaimana keamanannya) sampai penatua bagian sekolah minggu tidak bisa angkat bicara. Dan suatu saat setelah kunjungan rohani itu, dalam perjalanan pulang ke medan, Rombongan bus II sudah sampai di medan dengan keadaan selamat tapi bus I belum sampai ke medan. Ternyata bus I mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Kami semua umat begitu ketakutan terutama aku dan keluargaku ( karena saat itu aku dan adikku ikut di rombongan itu,tapi puji Tuhan bukan bus kami, tapi tetap aja kami takut dan selalu berdoa). Akhirnya Tuhan menyatakan muzizat, semua penumpang selamat dan sehat. Kecelakaan itu terjadi karena ban bus tidak stabil dan bus lari dari jalur lalu lintas sampai setengah bus terjungkir.
Dan saat tahun 2007 kembali lagi pendeta kami mengulah. Suatu saat ada penatua kami penatua M mau memasuki rumah baru. Seperti biasa,kau kita mau masuk rumah baru kita mengadakan pesta kecil-kecilan. Jadi diadakanlah kebaktian di rumah baru penatua M. Nah saat setelah acara kebaktian di rumah baru penatua itu, kolekte di kumpulkan oleh penatua M dan P. Penatua M mengatakan bahwa kolekte terkumpul Rp.160.500. Dan hasil kolekte itu diberikan kepada Pdt.X. Biasanyasetiap hari minggu, hasil kolekte setiap kebaktian akan di bacakan(Di TingTing kan) dan yang membaca itu adalah penatua B. Saat dibaca :kolekte yag terkumpul sian kebaktian memasuki rumah baru Penatua.M Rp.140.500Mendengar itu tentu aja penatua M terkejut,=>”bah boasa gabe hotik na terkumpul kan na ari minggu i terkumpul sekitar Rp.160rb, dang i amang pendeta nami? = bah,kenapa semakin sedikit kan yang seharusnya terkumpul itu berjumlah Rp.160.rb, bukan begitu pendeta kami?” itu tanya nya di ruang Sermon. Tapi pdt.X tidak mengakuinya. Semua yang ada di ruang Sermon itu menjadi bingung dan penuh tanda tanya. Hu dia na 20 rb nai?
Pertanyaan itu menjadi hangat di perbincangkan di gereja sampai umat gereja menjadi tahu masalah itu. Dengan hangatnya keadaan itu , tiba-tiba setelah beberapa minggu kemudian keluar sebuah pernyataan yang mengejutkan. Kejadiannya di sebuah partangiangan Penatua. Ada seorang penatua wanita bicara begini(setelah acara kebaktian partangiangan itu) : “bah didia kolekte i, asa hu hitung jolo, asa unang marambal annon di tingting on, manang adong na manakk = mana kolekte itu biar aku yang hitung,biar janagn salah di bacakan nanti, atau ada yang mencurinya”(sebuah pernyataan yang sangat pedih(sekalian menyinggung Pdt.X. eh taunya Pdt.X menyahut demikian: “AI boasa haroa molo au na mambuat hepeng i? = kenpa rupanya kalau aku yang ambil uang itu?” Semua orang yang mengikuti acara kebaktian itu terkejut sekali. Dengan tanpa merasa bersalah Pdt.X mengakui kesalahannya itu. “Olo, au do na mambuat hepeng i, ai ise na keberatan dison? = iya akunya yang mengambil uang itu”
Bayangkan aja seorang pendeta mengambil uang kolekte dari persembahan. Dan suatu saat penatu.M tiba-tiba mengatakan di sermon” amang dohot inang na dison,au naeng menjelas hon aha na terjadi. Ai dang amang Pdt.x na mambuat hepeng,alai na salah menghitung do au = amang dan inang sekalian saya mau menjelaskan apa yang terjadi. Kalau bukan amang Pdt.X yang ambil uang itu tetapi aku yang salah hitung”. Mendengar itu tentu aja semuanya menjadi sebuah pertanyaan besar. Ada apa dibalik semua ini?.1.Mengapa penatu M menutupi kesalahan amang Pdt.X, padahal dia sendiri yang menghitung uang itu dan dia juga yang mengatakan kalau uang itu terkumpul sekian.2.Pdt.x sendiri sudah mengakui kesalahannya saat di partangiangan, napa penatua M memutar balikkan fakta lagi?Ada udang di balik batu.
Seluruh kejadian itu membuat umat geger. Sampai beberapa penatua tidak betah lagi dengan situasi yang ada, karena ada beberapa penatua yang memihak pdt dan menutupi semua yang ada sedangkan yang lain keberatan. Akhirnya terbagi 2 lah penatua2 kami. Penatua-penatua yang tidak suka dengan perbuatan Pdt.X menginginkan agar Pdt.X meminta maaf ke seluruh umat jemaat karena sudah memakan uang gereja. Tapi Pdt.X tidak mau melakukananya bahkan dia kembali menyatakan bahwa dia tidak mengambil uang itu. Duh semakin katahuan deh belangnya Pdt.X.Akhirnya penatua-penatua yang tidak senang dengan pdt.x itu dikatakan Pdt.X telah di hasut oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Duh sudah dia yang salah kok malah mengkambing hitamkan orang lain.Kejadian ini sampailah ke Pusat (Pusat GKPI di Siantar), dan orang pusat menyelidiki kajadian itu, dan akhirnya ketahuanlah kalau memang Pdt.X kami itu sudah memakan uang kolekte. Tapi tetap aja pdt.X tidak mengakuinya. Samapi keluarlah Surat Peringatan1. Sama saja, Pdt.X tidak menghimbaunya. Bahakn dia malah mau memecah umat gereja dengan ceritanya yang tidak masuk akal. Dan mengatakan kalau provokasi di gereja itu adalah Amang.A (seorang umat gereja sangat disegani karena dia orang jujur dan saleh) Padahal yang kami tahu itu kalau Amang.A tidak pernah menghasut penatua2 yang memberontak amang Pdt.X. Bahkan sebaliknya dia mengatakan : “Biar Tuhan yang menjadi Hakim , Dia yang tahu segalanya”.
Semakin lama pdt.X mengulah bahakn dia mengeluarkan Surat Pemecatan Anggota Gereja. What??? Baru kali ini aku dengar ada pendeta memecat umat gereja (kecuali yang kena ban gereja, misalnya merit diluar nikah atau yang pindah agama dan keyakinan).Yang terutama di pecat adalah Amang.A. Padahal dia tidak ada berbuat apa. Nah berlanjutlah kepada penatua yang lainnya, termasuk kami( hehehe) Sedih sekali kami mendengar tingkah laku pdtX kami ini. Tapi ya sudahlah Tuhan pasti tidak akan diam.
Beberapa bulan ini, Pdt.X sudah membawa-bawa nama duku ke gereja kami. Katanya, siapa yang tidak mendengarkan aku,dia ku dukun-dukini. Bayangin aja, seorang hamba Tuhan berkata demikian. Tapi kami semua hanya diam dan berdoa, agar Tuhan mengampuninya dan membuka mata hatinya kembali.Ini masih terus berlanjut dengan pemecataan-pemecatan anggota lainnya termasuk juga umat-umat lainnya. Sangat disayangkan sekali kalau Gereja Pusat Indonesia tidak mengambil langkah selanjutnya. Mudah-mudahan tidak ada hamba Tuhan yang menjadi Mamon. Kiranya hamba Tuhan sekarang harus takut akan DIA. Saya ingin kita semua disini agar mendoakan Pdt.X untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Terima Kasih. Tuhan Memberkati kita semua. Amin
4 comments for this entry:

Olistra December 13th, 2008 on 2:01 pm
waduh Pendeta itu harusnya jd teladan kok malah begitu?Wah apa pula tuh Surat Pemecatan Anggota Gereja?Seharusnya surat itu di tujukan pada yg membuat.Dengan Judul:Surat Pemecatan Pendeta Gereja.Jng mentang2 status pendeta..suka2nya.Pake bilang dukun2 lg..apa dukunnya lebih hebat dr Tuhan Yesus?Apa Pendeta ga mo jadi murid Tuhan Yesus lg?Mo jd murid dukun?Buh…pertimbangkan lagi itu bah..

parlin February 18th, 2009 on 3:27 am
halo to to bisa kenalan donk, alamt rumahnya dimana sih apa pekerjaan nya ito selama ini, apakah ito terlibat dalam pelayanan. Saya mau mencari MITRA kerja dalam Pelayanan. Saya mau memberikan pengertian yang baik pada tman-tman yang betul-betul lahir baru. Karena ini adalah masalh yang paling URGENT. JAdi selain dari norng yang belum lahir baru tidak akan saya ajukan Permohonan\Proposal PELAYANAN saya.
Saya tinggal di JAKARTAAlamat : Jln DANAU AGUNG 2, SUNTER PODOMORO, TANJUNG PRIUK -JAKARTA UTARA.No Ho ku: 087 832 575 557
saya berharap jika ito terbeban dalam pelayanan, saya mau kirim proposal ku. Saya tidak minta MATERIALIS, itu bukan prinsip saya. Tapi jika ito mau naggapi permohonan ku ini, kita akan sama sama tertolong dan saling menguntungkan. Permintaan ku ini bukan menyangkut PRIBADI, ma’af. . . . jika ito mau berikan alamat rumah lebih baik. Saya masih mau mencari REKAN/ MITRA kerja dalam pelayanan ini, yang saya utamakan adalah1. Orang yang sudah betul-betul Lahir baru2. Terbeban dalam PELAYANAN tidak memandang gereja3. Mampu menjaga RAHASIA4. Terbeban pelayanan bagi ETNIS BATAK5. Tidak memikirkan/ mencari MATERIALIS
TERIMA KASIH BUAT TANGGAPANNYA, SAYA BERHARAP INI CEPAT TEREALISASI

Mardiana February 18th, 2009 on 4:14 am
Syalom ito Parlin,,,salam kenal juga ya itoku,oya ito ku, aku sangat mendukung pelayanan ito, biarlah dalam pelayanan ito, Tuhan Yesus juga bekerja dan berkarya.Oya ito ku aku tidak di Indonesia, saya sedang di jerman.ok ito ku,,salam kenal lgi.Jesus bless u

vernados February 19th, 2009 on 10:24 pm
bagaimana jika alamatnya ito berikan saja agar saya kirim melalui POST Proposal saya ini”TANKS FOR YOU MUCK, GOD BLESS YOU.